Lingkage program

Management bandwidth internet

Posted on: December 4, 2006

Quality of Service
Quality of Service atau QoS digunakan untuk mengukur tingkat kualitas koneksi jaringan TCP/IP
internet atau intranet. Ada beberapa metode untuk mengukur kualitas koneksi seperti konsumsi
bandwidth oleh user, ketersediaan koneksi, latency, losses dll. Sekarang kita bahas istilah – istilahdalam Quality of Service
Bandwidth
Bandwidth adalah kapasitas atau daya tampung kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket datadalam jumlah tertentu. Bandwidth juga bisa berarti jumlah konsumsi paket data per satuan waktu dinyatakan dengan satuan bit per second [bps]. Bandwidth internet di sediakan oleh provider internet dengan jumlah tertentu tergantung sewa pelanggan. Dengan QoS kita dapat mengatur agaruser tidak menghabiskan bandwidth yang di sediakan oleh provider.
Latency
Jika kita mengirimkan data sebesar 3 Mbyte pada saat jaringan sepi waktunya 5 menit tetapi pada
saat ramai 15 menit, hal ini di sebut latency. Latency pada saat jaringan sibuk berkisar 50 – 70
msec.
Losses
Losses adalah jumlah paket yang hilang saat pengiriman paket data ke tujuan, kualitas terbaik dari
jaringan LAN / WAN memiliki jumlah losses paling kecil.
Availability
Availability berarti ketersediaan suatu layanan web, smtp, pop3 dan aplikasi pada saat jaringan
LAN / WAN sibuk maupun tidak.
Linux Traffic Control
Pengendalian trafik jaringan
Trafik jaringan berhubungan dengan paket data yang dibangkitkan oleh kartu ethernet pada
komputer, sebelumnya kita membahas terlebih dahulu kartu ethernet. Pada Diagram 1.1 dibawah ini
menunjukkan komputer linux dengan satu kartu ethernet.
Diagram 1.1 komputer dgn satu kartu ethernet
Paket data yang dikirimkan oleh komputer lain diterima NIC (kartu ethernet), kemudian teruskan
oleh driver kartu ethernet (Network Driver) ke bagian kernel linux untuk diproses. Proses ini hanya
mengatur paket data yang keluar maupun masuk melalui satu kartu ethernet. Kernel linux yang
bertanggung jawab mengatur aliran data disebut kernel traffic control.
2
Kernel linux Network Driver NIC
Kabel UTP
Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Sedangkan pada diagram 1.2 menggambarkan komputer linux yang dioperasikan sebagai gateway
atau router, aliran paket data dapat diatur secara bidirectional (dua arah) melalui NIC0 dan NIC1.
Gateway linux dikonfigurasi untuk memisahkan trafik dari jaringan lain atau koneksi internet yang
disediakan oleh ISP. Hubungan komputer klien yang dibagian NIC1 ke ISP dapat dikendalikan,
misalnya bandwidth smtp di jatah 64Kbps, & ftp mendapatkan bandwidth 10Kbps.
Diagram 1.2 komputer linux sebagai router / gateway
Struktur kernel traffic control
Pada dasarnya kernel traffic controll memiliki 3 bagian, yang pertama perangkat ingress yaitu jika
paket data diterima oleh kartu LAN maka paket tersebut akan diproses oleh ingress, biasanya
ingress dipakai untuk mengendalikan traffic upload / uplink. Kemudian perangkat egress
dipergunakan untuk mengendalikan paket data yang keluar dari kartu ethernet, sehingga trafik
download oleh komputer klien dapat dibatasi sesuai konfigurasi.
Diagram 1.3. Struktur kernel traffic control
Metode pengendalian trafik
Dalam mengendalikan trafik administrator jaringan bisa memilih beberapa metode tergantung dari
situasi pada jaringan LAN atau backbone. Tiap trafik akan dikendalikan dengan metode tertentu
yang akan berdampak pada kecepatan akses, jadi administrator jaringan perlu membaca dan
mengerti bagian ini terlebih dahulu, beberapa metode pengendalian trafik sebagai berikut:
Prioritas
Pada metode prioritas paket data yang melintasi gateway diberikan prioritas berdasarkan
port, alamat IP atau sub net. Jika trafik pada gateway sedang tinggi maka prioritas dengan
nilai terendah (nilai paling rendah berarti prioritas tertinggi) akan di proses terlebih dahulu,
sedangkan yang lainnya akan di berikan ke antrian atau dibuang. Metode prioritas paling
cocok diterapkan pada koneksi internet yang memiliki bandwidth sempit, hanya trafik paling
penting saja yang dilewatkan seperti smtp dan pop3.
3
NIC0 Kernel linux NIC1
Kabel UTP Kabel UTP
Kernel
Traffic Controll ingress egress
Kartu ethernet 10/100 Mbps
Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
FIFO
Pada metode FIFO jika trafik melebihi nilai set maka paket data akan dimasukkan ke
antrian, paket data tidak mengalami pembuangan hanya tertunda beberapa saat. Metode
FIFO cocok diterapkan pada koneksi internet dengan bandwidth menengah 64kbps, untuk
menghindari bootle neck pada jaringan LAN. Paket data jika melebihi batas konfigurasi
akan di masukkan ke dalam antrian dan pada saat jaringan LAN tidak sibuk maka paket
data dalam antrian akan dikeluarkan.
Penjadwalan
Metode penjadwalan atau scheduling ini paling sering dipakai karena memiliki kemampuan
membagi paket data ke dalam ukuran yang sama besar kemudian memasukkan ke dalam
beberapa antrian. Antrian itu kemudian di keluarkan oleh scheduler dengan algoritma round
robin.
Shape & drop
Shape & drop merupakan metode paling cocok serta efektif untuk jaringan yang memiliki
beban trafik sangat tinggi. Jika trafik melebihi nilai set maka paket data akan di masukan ke
dalam antrian sehingga trafik menurun secara perlahan, metode ini disebut pemotongan
bandwidth, kemudian jika trafik terus menerus melebihi nilai set maka paket data akan
dibuang (drop).
qdisc
Antrian dalam setiap kartu ethernet di sebut qdisc (queuing discipline) yang dipergunakan untuk
menyimpan antrian paket data, paket data masuk ataupun keluar melalui qdisc. Paket data yang
memasuki qdisc akan dipisahkan oleh bagian filter untuk menentukan port / alamat ip yang akan di
atur aliran trafiknya. Bagian class atau klasifikasi trafik akan dibahas pada bagian berikutnya,
sedangkan qdisc yang berwarna ungu dipergunakan untuk mengeluarkan paket data ke kartu
ethernet.
Gambar 1.5. Queuing discipline (qdisc)
4 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Teknik antrian
First In First Out
Teknik antrian FIFO mengacu pada FCFS (First Come First Server), paket data yang pertama
datang diproses terlebih dahulu. Paket data yang keluar terlebih dahulu di masukan ke dalam antrian
FIFO, kemudian dikeluarkan sesuai dengan urutan kedatangan. Teknik antrian FIFO sangat cocok
untuk jaringan dengan bandwidth menengah 64kbps tetapi cukup menghabiskan sumber daya
prosessor dan memori.
Gambar 2.1. Antrian FIFO
Gambar 2.1 diatas menunjukkan kedatangan beberapa paket data yang berbeda waktu, paket
pertama (1) dari flow 8 yang tiba lebih awal dikeluarkan ke port terlebih dahulu oleh antrian FIFO.
Untuk men-set antrian kita memerlukan perintah “tc” dengan qdisc pfifo, parameter limit untuk
menentukan batas maksimum antrian.
Menambahkan qdisc FIFO
[root@server root]# tc qdisc add dev eth0 root pfifo limit 100
[root@server root]# tc qdisc show dev eth0
qdisc pfifo 8001: limit 100p
untuk melihat paket data yang telah diterima dengan perintah
[root@server root]# tc -s -d qdisc ls dev eth0
qdisc pfifo 8001: limit 100p
Sent 267399 bytes 318 pkts (dropped 0, overlimits 0)
Menghapus qdisc FIFO
[root@server root]# tc qdisc del dev eth0 root
Prioritas antrian
Pada situasi tertentu kadangkala kita harus memutuskan suatu permasalahan dengan memilih salah
satu solusi yang perlu di laksanakan terlebih dahulu dan hal ini di sebut prioritas. Hal ini sama jika
kita memiliki bandwidth internet yang sempit, sedangkan ada transaksi penting yang tidak boleh di
interupsi seperti layanan email smtp dan pop3. Traffic controll pada linux memberikan kita suatu
fasilitas pengendalian prioritas trafik TCP/IP, kita dapat memberikan prioritas berdasarkan alamat
port, IP address, subnet maupun jenis type of service. Prioritas di tandai dengan angka numerik 1
sampai dengan 100 misalnya, prioritas tertinggi dimiliki oleh angka 1 kemudian di ikuti dengan
angka berikutnya.
5 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Gambar 3.1 prioritas antrian
Perintah untuk menentukan prioritas adalah sebagai berikut;
[root@pc01 root]# tc qdisc add dev eth0 root handle 1: prio
[root@pc01 root]# tc filter add dev eth0 parent 1:0 prio 1 protocol ip u32 \
> match ip dst 192.168.0.3 flowid 1:1
[root@pc01 root]# tc filter add dev eth0 parent 1:0 prio 2 protocol ip u32 \
> match ip dst 192.168.1.1 flowid 1:2
[root@pc01 root]# tc filter add dev eth0 parent 1:0 prio 3 protocol ip u32 \
> match ip dst 192.168.1.3 flowid 1:3
Paket yang telah diterima dapat kita lihat dengan perintah;
[root@pc01 root]# tc -s -d qdisc ls dev eth0
qdisc prio 1: bands 3 priomap 1 2 2 2 1 2 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1
Sent 4324463 bytes 4655 pkts (dropped 0, overlimits 0)
Dari perintah diatas terlihat paket yang dikirimkan kartu ethernet 4324463 bytes dengan 4655
paket, filter yang lain tidak terlihat karena belum diklasifikasikan.
Stochastic Fairness Queuing (SFQ)
Stochastic Fairness Queuing (SFQ) memiliki kemampuan membagi setiap paket data yang diterima
dalam jumlah yang sama rata, setiap paket data yang telah terbagi dimasukkan ke dalam suatu
antrian dan menunggu dikeluarkan oleh penjadwalan, antrian dikeluarkan dengan algoritma round
robin. Berikut ini adalah opsi dari teknik antrian SFQ.
perturb nilai[detik]
algoritma hash akan di konfigurasi ulang secara otomatis tergantung dari nilai yang
diberikan [detik].
quantum nilai[bytes]
Jumlah paket data stream yang dizinkan untuk di keluarkan (dequeue) sebelum antrian lain
diproses. Nilainya tidak boleh dibawah MTU (Maximum Transfer Unit), untuk ethernet
10/100Mbit nilai MTU nya 1500 bytes, periksa dengan perintah “ifconfig”.
6 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Contoh:
[root@server root]# tc qdisc add dev eth0 root handle 1: sfq perturb 10
Token bucket filter
Token bucket filter (TBF) membatasi bandwidth dengan metode shape & drop, prinsip kerja
menggunakan aliran token yang memasuki bucket dengan kecepatan (rate) konstan, jika token
dalam bucket habis maka paket data akan di antri dan kelebihannya dibuang, setiap paket data yang
dikeluarkan identik dengan token. Token dalam bucket akan lebih cepat habis jika aliran paket data
melampaui kecepatan token memasukki bucket, jadi kita asumsikan bahwa trafik melebihi batas
konfigurasi.
Gambar 3.4. Token Bucket Filter
Perintah berikut ini menambahkan qdisc pada eth0 komputer gateway, bandwidth diset pada 64kbps
(rate), kapasitas bucket (burst/buffer) 20kbit dan latency 70ms.
[root@server root]# tc qdisc add dev eth0 root handle 1:0 tbf rate 64kbit
burst 20kb latency 70ms
[root@server root]# tc qdisc show dev eth0
qdisc tbf 1: rate 64Kbit burst 2559b lat 85.4ms
[root@server root]# tc -s -d qdisc ls dev eth0
qdisc tbf 1: rate 64Kbit burst 2559b/8 mpu 0b lat 85.4ms
Sent 1350 bytes 11 pkts (dropped 0, overlimits 0)
7 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Paket yang dibuang karena overlimit (melebihi batas kapasitas bucket), memberikan efek aplikasi
not responding pada MS win 9x/2000/NT/XP.
[root@server root]# tc -s -d qdisc ls dev eth0
qdisc tbf 1: rate 64Kbit burst 2559b/8 mpu 0b lat 85.4ms
Sent 724124 bytes 535 pkts (dropped 114, overlimits 810)
backlog 3028b 2p
Parameter TBF
rate
batas bandwidth yang di set oleh administrator, jika aliran paket data melebihi nilai ini maka
data akan di buang (drop) atau mengalami penundaan, bandwidth dipotong.
Limit / latency
limit merupakan jumlah byte yang dapat diantri sebelum token tersedia, sedangkan latency
adalah lama waktu (dalam mili detik [msec]) paket dapat diantri.
Burst/buffer/maxburst
Kapasitas bucket dalam byte, paket data yang melebihi nilai ini akan dibuang atau
mengalami penundaan.
Peakrate
Batas maksimum rate menangani lonjakan bandwitdh sesaat dengan syarat paket data tidak
boleh melebihi kapasitas bucket dan mtu.
Ingress
Paket data yang memasuki komputer gateway akan diproses terlebih dahulu oleh qdisc ingress,
sebelum diberikan kernel traffic control. Jadi ingress merupakan teknik antrian untuk mengatur data
yang memasuki kartu ethernet. Gambar 3.5 menunjukkan paket data diterima dari kartu ethernet 1
(eth0) kemudian dimasukkan ke dalam antrian ingress dan diproses oleh kernel traffic control.
Dalam prakteknya ingress tidak mempengaruhi trafik yang memasuki gateway, mungkin ini bug
kernel traffic control.
Gambar 3.5. antrian ingress dalam komputer gateway
Perintah untuk menambahkan ingress sebagai berikut;
[root@server root]# tc qdisc add dev eth0 handle ffff: ingress
[root@server root]# tc -s -d qdisc ls dev eth0
qdisc ingress ffff: —————-
Sent 17468838 bytes 2615 pkts (dropped 0, overlimits 0)
8 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Filtering
Paket data yang akan memasuki antrian melalui klasifikasi (class) sebelumnya disaring (filter)
terlebih dahulu, agar setiap paket bisa ditentukan jenisnya, alamat IP, alamat PORT dan TOS nya.
Kemudian fungsi yang kedua, filtering digunakan untuk mengarahkan suatu paket agar ke tujuan
yang benar, ke klasifikasi paket (class) sesuai dengan arah alirannya, contoh;
Gambar 4.1. Filtering paket
Pada gambar 4.1. menunjukkan paket dibagi menjadi 3 bagian, untuk dari port ssh (22), alamat
tujuan 192.168.1.0/24 dan dari port POP3 (110), sedangkan bilangan heksadesimal 0xfff
menunjukkan semua paket dari sport xx. Perintah untuk membangun filtering paket sebagai berikut;
[root@server root]# tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip prio 1 u32
> match ip sport 22 0xfff flowid 1:1
[root@server root]# tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip prio 2 u32
match ip sport 110 0xfff flowid 1:3
[root@server root]# tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip prio 3 u32
match ip dst 192.168.1.0/24 flowid 1:2
Parameter “prio” digunakan untuk menentukan prioritas paket yang akan ditangani oleh teknik
antrian (qdisc), angka 1 menunjukkan prioritas tertinggi dan 3 prioritas terendah.
9 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Klasifikasi paket
Klasifikasi prioritas
Klasifikasi paket merupakan cara memberikan suatu kelas atau perbedaan pada setiap paket, hal ini
dilakukan untuk mempermudah penanganan paket oleh antrian. Klasifikasi berbeda dengan filtering
yang berfungsi mengarahkan dan menyaring aliran paket data. Contoh pada gambar 5.1. dibawah
ini menunjukkan paket data dibagi menjadi tiga kelas 1:1, 1:2 dan 1:3 dan tiap kelas tersebut
ditangani oleh teknik antrian (qdisc) 10: (tbf), 20:(sfq) dan 30: (pfifo).
Gambar 5.1. Klasifikasi paket data
Perintah ini secara otomatis membuat klasifikasi (class) paket 1:1,1:2 dan 1:3, dengan teknik
antrian prioritas (PRIO), pada kartu ethernet 0 (eth0).
tc qdisc add dev eth0 root handle 1:0 prio
Menambahkan filter ke class 1:1, 1:2 dan 1:3 dari parent 1:0, bandwidth port ssh (22)
dibatasi menjadi 128Kbps (128Kbit)
tc filter add dev eth0 parent 1:0 protocol ip prio 1 u32 match ip sport 22 0xfff
flowid 1:1
tc filter add dev eth0 parent 1:0 protocol ip prio 2 u32 match ip dst
192.168.0/24 flowid 1:2
tc filter add dev eth0 parent 1:0 protocol ip prio 3 u32 match ip sport 110 0xfff
flowid 1:3
tc qdisc add dev eth0 parent 1:1 handle 10: tbf rate 128kbps burst 10000 latency
70ms
tc qdisc add dev eth0 parent 1:2 handle 20: sfq
tc qdisc add dev eth0 parent 1:3 handle 30: pfifo
10 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Contoh klasifikasi prioritas:
Class Based Queue (CBQ)
Teknik klasifikasi paket data yang paling terkenal adalah CBQ, mudah dikonfigurasi,
memungkinkan sharing bandwidth antar kelas (class) dan memiliki fasilitas user interface. CBQ
mengatur pemakaian bandwidth jaringan yang dialokasikan untuk tiap user, pemakaian bandwidth
yang melebihi nilai set akan dipotong (shaping), cbq juga dapat diatur untuk sharing dan meminjam
bandwidth antar class jika diperlukan.
[root@server root]# tc qdisc add dev eth0 root handle 1:0 cbq bandwidth 100Mbit avpkt
1000 cell 8
[root@server root]# tc class add dev eth0 parent 1:0 classid 1:1 cbq bandwidth 100Mbit
rate 128kbit weight 12.8kbit avpkt 1000 sharing borrow
[root@server root]# tc class add dev eth0 parent 1:1 classid 1:2 cbq bandwidth 100Mbit
11
Alokasi bandwidth eth0
Service
Bandwidth Class
Uplink Internet (kbps) Total (kbps) Qdisc PRIO
SMTP 30% 128 38,4 Bfifo 1
POP3 – 128 – – –
WEB 30% 128 38,4 Tbf 2
Bandwidth uplink yg terpakai 76,8
Alokasi bandwidth eth1
Service
Bandwidth Class
Downlink Internet (kbps) Total (kbps) Qdisc PRIO
SMTP 30% 128 38,4 Bfifo 1
POP3 25% 128 32 Bfifo 2
WEB 30% 128 38,4 Tbf 3
Bandwith downlink yg terpakai 108,8
Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
rate 56kbit weight 5.6kbit avpkt 1000 sharing borrow prio 1
[root@server root]# tc class add dev eth0 parent 1:1 classid 1:3 cbq bandwidth 100Mbit
rate 56kbit weight 5.6kbit avpkt 1000 sharing borrow prio 2
[root@server root]# tc qdisc add dev eth0 parent 1:2 handle 20: sfq
[root@server root]# tc qdisc add dev eth0 parent 1:3 handle 30: sfq
[root@server root]# tc -s -d qdisc show dev eth0
[root@server root]# tc -s -d class show dev eth0
[root@server root]# tc -s -d filter show dev eth0
parameter CBQ:
avpkt
Jumlah paket rata – rata saat pengiriman
bandwidth
lebar bandwidth kartu ethernet biasanya 10 – 100Mbit
rate
Kecepatan rata – rata paket data saat meninggalkan qdisc, ini parameter untuk men-set
bandwidth.
cell
Peningkatan paket data yang dikeluarkan ke kartu ethernet berdasarkan jumlah byte,
misalnya 800 ke 808 dengan nilai cell 8.
isolated / sharing
parameter isolated mengatur agar bandwidth tidak bisa dipinjam oleh klas (class) lain yang
sama tingkat / sibling. Parameter sharing menunjukkan bandwidth kelas (class) bisa
dipinjam oleh kelas lain.
bounded / borrow
parameter borrow berarti kelas (class) dapat meminjam bandwidth dari klas lain, sedangkan
bounded berarti sebaliknya.
12 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Pembuatan antrian (queue) dan klasifikasi
[root@server root]# tc class add dev eth1 parent 1:0 classid 1:1 bandwidth 100Mbit rate
128Kbit avpkt 3000
[root@server root]# tc class add dev eth1 parent 1:0 classid 1:1 cbq bandwidth 100Mbit
rate 128Kbit avpkt 3000
[root@server root]# tc class add dev eth1 parent 1:1 classid 1:2 cbq bandwidth 100Mbit
rate 64Kbit avpkt 1000 sharing borrow
[root@server root]# tc class add dev eth1 parent 1:1 classid 1:3 cbq bandwidth 100Mbit
rate 10Kbit avpkt 1000 sharing borrow
[root@server root]# tc class add dev eth1 parent 1:1 classid 1:4 cbq bandwidth 100Mbit
rate 44Kbit avpkt 1000 bounded isolated
[root@server root]# tc qdisc add dev eth1 parent 1:2 handle 20: sfq perturb 10
[root@server root]# tc qdisc add dev eth1 parent 1:3 handle 30: pfifo
[root@server root]# tc qdisc add dev eth1 parent 1:4 handle 40: pfifo
cek konfigurasi dengan perintah
[root@server root]# tc -s -d qdisc show dev eth1
[root@server root]# tc -s -d class show dev eth1
Pembuatan filter
[root@server root]# tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip u32 match ip dst
192.168.1 flowid 1:2
[root@server root]# tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip u32 match ip dst
192.168.2 flowid 1:3
[root@server root]# tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip u32 match ip dst
192.168.3 flowid 1:4
[root@server root]# tc -s -d filter ls dev eth1
Hierarchy Token Bucket (HTB)
Teknik antrian HTB mirip dengan CBQ hanya perbedaannya terletak pada opsi, HTB lebih sedikit
opsi saat konfigurasi serta lebih presisi. Teknik antrian HTB memberikan kita fasilitas pembatasan
trafik pada setiap level maupun klasifikasi, bandwidth yang tidak terpakai bisa digunakan oleh
klasifikasi yang lebih rendah. Kita juga dapat melihat HTB seperti suatu struktur organisasi dimana
pada setiap bagian memiliki wewenang dan mampu membantu bagian lain yang memerlukan,
teknik antrian HTB sangat cocok diterapkan pada perusahaan dengan banyak struktur organisasi.
13 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Contoh script htc.tc
CMD=tc
DEVICE=eth0
BANDWIDTH=2Mbit
CUSTOMER_A=128Kbit
CUSTOMER_B=512Kbit
SSH=64Kbit
TELNET=4Kbit
POP3=32Kbit
SMTP=32Kbit
QDISC_ADD=”qdisc add dev”
FILTER_ADD=”filter add dev”
CLASS_ADD=”class add dev”
ROOT=”root handle 1:0 htb”
$CMD $QDISC_ADD $DEVICE $ROOT
$CMD $CLASS_ADD $DEVICE parent 1:0 classid 1:1 htb rate 2Mbit ceil 2Mbit
$CMD $CLASS_ADD $DEVICE parent 1:1 classid 1:2 htb rate 128Kbit ceil 128Kbit
$CMD $CLASS_ADD $DEVICE parent 1:1 classid 1:3 htb rate 512Kbit ceil 512Kbit
$CMD $CLASS_ADD $DEVICE parent 1:2 classid 1:21 htb rate 64Kbit ceil 64Kbit
$CMD $CLASS_ADD $DEVICE parent 1:2 classid 1:22 htb rate 4Kbit ceil 128Kbit
$CMD $CLASS_ADD $DEVICE parent 1:3 classid 1:31 htb rate 32Kbit ceil 32Kbit
$CMD $CLASS_ADD $DEVICE parent 1:3 classid 1:32 htb rate 32Kbit ceil 32Kbit
$CMD $QDISC_ADD $DEVICE parent 1:21 handle 210: pfifo limit 10
$CMD $QDISC_ADD $DEVICE parent 1:22 handle 220: pfifo limit 10
$CMD $QDISC_ADD $DEVICE parent 1:31 handle 310: pfifo limit 10
$CMD $QDISC_ADD $DEVICE parent 1:32 handle 320: pfifo limit 10
$CMD $FILTER_ADD $DEVICE parent 1:0 protocol ip u32 match ip dst 192.168.1/24
match ip sport 22 0xff flowid 1:21
$CMD $FILTER_ADD $DEVICE parent 1:0 protocol ip u32 match ip dst 192.168.1/24
match ip sport 23 0xff flowid 1:22
$CMD $FILTER_ADD $DEVICE parent 1:0 protocol ip u32 match ip dst 192.168.2/24
match ip sport 25 0xff flowid 1:31
$CMD $FILTER_ADD $DEVICE parent 1:0 protocol ip u32 match ip dst 192.168.2/24
match ip sport 110 0xff flowid 1:32
Eksekusi script htb.tc
chmod 700 htb.tc
./htb.tc
14 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Parameter HTB
rate
parameter rate menentukan bandwidth maksimum yang bisa dipakai oleh setiap class, jika
bandwidth melebihi nilai “rate” maka paket data akan dipotong atau di jatuhkan (drop)
ceil
parameter ceil di set untuk menentukan peminjaman bandwidth antar class (kelas),
peminjaman bandwith dilakukan class paling bawah ke kelas di atasnya, teknik ini disebut
link sharing.
Random Early Detection
Random Early Detection atau bisa disebut Random Early Drop biasanya dipergunakan untuk
gateway / router backbone dengan tingkat trafik yang sangat tinggi. RED mengendalikan trafik
jaringan sehingga terhindar dari kemacetan pada saat trafik tinggi berdasarkan pemantauan
perubahan nilai antrian minimum dan maksimum. Jika isi antrian dibawah nilai minimum maka
mode ‘drop’ tidak berlaku, saat antrian mulai terisi hingga melebihi nilai maksimum maka RED
akan membuang (drop) paket data secara acak sehingga kemacetan pada jaringan dapat dihindari.
Parameter RED sebagai berikut;
min
Nilai rata – rata minimum antrian (queue)
max
Nilai rata – rata maksimum antrian, biasanya dua kali nilai minimum atau dengan rumus;
max = bandwidth [Bps] * latency [sec]
probability
Jumlah maksimum probabilitas penandaan paket data nilainya berkisar 0.0 sampai dengan
1.0.
limit
Batas paling atas antrian secara riil, jumlah paket data yang melewati nilai limit pasti
dibuang. Nilai limit harus lebih besar daripada ‘max’ dan dinyatakan dengan persamaan.
limit = max + burst
burst
digunakan untuk menentukan kecepatan perhitungan nilai antrain mempengaruhi antrian riil
(limit). Untuk praktek nilainya kita set dengan rumus;
burst = (min+min+max) / 3 * avpkt
avpkt
Nilai rata – rata paket data / trafik yang melintasi gateway RED, sebaiknya diisi 1000.
15 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
bandwidth
Lebar band (bandwidth) kartu ethernet.
ecn
Explicit Congestion Notification memberikan fasilitas gateway RED untuk memberitahukan
kepada klien jika terjadi kemacetan.
tc qdisc add dev eth0 root limit min max \
avpkt burst probability bandwidth ecn
Contoh:
1. Kantor PT. Linux menyewa bandwidth dari ISP sebesar 128kbps ditarik melalui kabel leased
line telpon ke modem ADSL yang terhubung dengan komputer gateway RED, pada saat jaringan
sedang sibuk nilai latency nya kita set 500msec. Buatlah setting RED pada komputer gateway ?
Bandwidth = 128kbps = 16000 Byte / sec
Latency = 500msec = 0.5 sec
Max = Bandwidth * Latency
= 16000 * 0.5
= 8000
Min = Max / 2
= 4000
Limit = 8 * max
= 8 * 8000
= 64000
Burst = (2 * min + max) / (3 * avpkt)
= (2 * 4000 + 8000) / (3 * 1000)
= 5.33
Jadi setting RED telah kita dapatkan dan ketikkan perintah;
tc qdisc add dev eth0 root red limit 64000 min 4000 max 8000 burst 5.33 avpkt
1000 \
probability 0.02 bandwidth 128
tc -s -d qdisc show dev eth0
qdisc red 8001: limit 64000b min 4000b max 8000b ewma 2 Plog 18 Scell_log 24
Sent 3456897 bytes 4973 pkts (dropped 163, overlimits 163)
marked 0 early 163 pdrop 0 other 0
16 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Policing & packet marking
Device egress mengendalikan paket data yang keluar dari ethernet tapi tidak bisa membatasi jumlah
rata – rata paket yang memasuki ethernet. Policing mengendalikan paket data yang memasuki kartu
ethernet melalui device ingress, administrator memberikan batas maksimum paket yang boleh
melewati ingress dan policing akan membuang paket jika melebihi batas maksimum konfigurasi.
Setting policing dapat dilakukan dengan dua cara, pertama dengan iptables mangle dan kedua
melalui cara manual. Pada iptables mangle paket yang memasuki device ingress diberikan tanda
dengan opsi mangle dari iptables, paket tersebut kemudian diproses oleh policing. Pada cara manual
paket data di filter dengan opsi “match ip” secara langsung.
Klasifikasi paket data pada policing ada beberapa macam seperti berikut;
fw
Menggunakan iptables mangle untuk klasifikasi paket data.
route
Menggunakan ip route untuk klasifikasi paket data yang akan dikirimkan / di route ke lain
subnet.
Policing paket data
drop
Paket data akan di buang atau di antrikan jika melampaui batas maksimum konfigurasi.
continue
Paket data jika melebihi batas maksimum konfigurasi akan di berikan ke klasifikasi
berikutnya, jadi kita dapat membuat skala bandwidth pada device ingress.
pass / ok
Paket data yang melampaui batas maksimum konfigurasi boleh melintas.
reclassify
Paket data di klasifikasi oleh kelas berikutnya, ini pilihan default.
17
ffff:
4:1
4:2
4:3
police
police
police
ingress
fw / route
Policing & packet marking
Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Cara iptables mangle
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –dport 22 -j MARK –set-mark 1
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –dport 21 -j MARK –set-mark 2
tc qdisc add dev eth0 handle ffff: ingress
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 handle 1 fw police rate
56kbit burst 90k \
continue flowid 4:1
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 handle 1 fw police rate
128kbit burst 100k drop flowid 4:2
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 2 handle 2 fw police rate
64kbit burst 100k continue flowid 4:3
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 2 handle 2 fw police rate
128kbit burst 100k drop flowid 4:4
Cara manual
tc qdisc add dev eth0 handle ffff: ingress
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 u32 match ip dport 22
police rate 56kbit burst 90k continue flowid 4:1
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 u32 match ip dport 22
police rate 128kbit 100k drop flowid 4:2
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 2 u32 match ip dport 21
police rate 64kbit 100k continue flowid 4:3
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 2 u32 match ip dport 21
police rate 128kbit 100k drop flowid 4:4
Traffic Control Next Generation (TCNG)
TCNG dibuat oleh Werner Almesberger dengan lisensi GNU/GPL, jadi orang boleh menggunakan
software tcng tanpa membayar lisensi. Software TCNG berfungsi sebagai kompiler, file text dengan
format tcng dirubah ke script tc (traffic control), sehingga memudahkan kita untuk menyusun rule
antrian / traffic control. Syntax pemrograman tcng mirip dengan bahasa C, PERL ataupun java, bagi
yang sudah terbiasa pasti tidak akan kesulitan.
Instalasi
Software tcng dapat didownload di url http://tcng.sourceforge.net dengan nama file tcng-9l.tar.gz.
File tersebut berisi kompiler tcc dan tcsim (traffic control simulator), tcsim tidak dibahas pada
bagian ini. Langkah untuk instalasi sebagai berikut;
tar xzvf tcng-9l.tar.gz
cd tcng
./configure –no-tcsim
make
make install
Bahasa TCNG
Syntax dasar
Syntax tcng mirip dengan bahasa C, terdiri atas file header, macros / preprosessor dan bagian
utama. Untuk lebih jelasnya lihat contoh dibawah ini;
#include “fields.tc”
#include “ports.tc”
18 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
dev eth0{
egress{
class()
if ip_dst == 192.168.0.1;
class()
if ip_dst == 192.168.0.2;
htb() {
class(rate 2Mbps, ceil 2Mbps) {
$customer1 = class(rate 128kbps, ceil 128kbps) {sfq;};
$customer2 = class(rate 64kbps, ceil 128kbps) {sfq;};
}
}
}
}
Interfaces
Pada bagian utama tcng harus disertakan perangkat jaringan (interfaces) yang akan dikendalikan
aliran trafiknya. Syntax dasar interfaces harus diawali dengan “dev” kemudian diikuti nama
perangkat jaringan.
dev eth0 {
……………………………..
isi program
}
Teknik antrian
Setiap perangkat jaringan memiliki teknik antrian ingress dan egress, dimana ingress mengatur
paket data yang memasuki kartu ethernet, sedangkan egress mengendalikan keluaran paket data.
dev eth0{
egress{
class()
if ip_dst == 192.168.0/24;
class()
if ip_dst == 192.168.0/24;
prio{
$test1 = class(1) { fifo(limit 20kB);}
$test2 = class(1) { fifo(limit 20kB);}
}
}
}
Klasifikasi
Seperti pada perintah manual tc, tcng memiliki syntax dasar untuk meng-klasifikasikan paket data
yang melintasi perangkat jaringan.
class()
if tcp_sport == 22;
class()
if tcp_sport == 110;
prio{
$test1 = class(1) { fifo(limit 20kB);}
$test2 = class(1) { fifo(limit 20kB);}
}
19 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Konstruktor if
Konstruktor / statement if dipergunakan untuk mengendalikan aliran trafik agar memasuki kelas
(class) yang benar;
class()
if ip_dst == 192.168.0/24;
Konstruktor drop
Konstruktor drop dipergunakan untuk menghentikan paket data yang sesuai dengan konstruktor if,
penggunaannya sebagai berikut;
class()
if ip_dst == 192.168.0.1 && drop ;
atau
drop if ip_dst == 192.168.0.1;
Variabel
Pada bahasa pemrograman fungsi variabel digunakan untuk menyimpan data yang akan dipakai
lagi. Syntax variabel tcng mirip dengan PERL diawali dengan karakter dolar “$” kemudian diikuti
nama variabel;
$rate = 10Mbps
$gateway = “192.168.1.1;
$hostname = “www.linux.org”;
Parameter
Beberapa teknik antrian seperti sfq, bfifo,tbf dan htb meminta admin untuk memasukkan parameter
yang diperlukan. Masukan berupa parameter diawali dengan nama teknik antrian “ cbq/htb”
kemudian diikuti dengan karakter kurung buka “(“ dan tutup “)”, lihat contoh dibawah ini;
tc qdisc add dev eth0 parent 1:0 handle 1:1 htb rate 2Mbps ceil 2Mbps
menjadi
htb(rate 2Mbps, ceil 2Mbps)
tc qdisc add dev eth0 parent 1:2 handle 20: sfq perturb
menjadi
………………………… {sfq(perturb 10s);};
Traffic metering
Traffic metering digunakan untuk mengukur paket yang melewati jaringan pada kondisi tertentu,
kemudian hasilnya diperlukan untuk membuat skala bandwidth pada QoS atau memberikan
penanganan lebih lanjut terhadap trafik paket data. Pada pelatihan ini kita bahas tiga metode traffic
metering yaitu; single leak bucket, single rate three color meter & double rate three color meter.
Single Leaky Bucket
Traffic metering Single Leak Bucket (SLB) mengukur kecepatan aliran (flow) paket data sesuai
dengan kecepatan datangnya token (cir) mengisi bucket, setiap paket data yang melintas keluar akan
mngurangi jumlah token yang berada di dalam bucket. Jika kecepatan aliran paket data melebihi
20 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
kecepatan rata – rata datangnya token dalam bucket sampai mencapai nilai “cbs” maka token akan
segera habis.
Single Leak Bucket (SLB)
#include “fields.tc”
#include “meters.tc”
#include “ports.tc”
$pop3 = SLB(cir 64kbps, cbs 20kB);
dev eth0{
egress{
class()
if tcp_sport == 110 && SLB_ok($pop3);
drop if tcp_sport == 110 && SLB_else_drop($pop3);
htb() {
class(rate 2Mbps, ceil 2Mbps) {
$normal = class(rate 64kbps, ceil 64kbps)
{ sfq;};
}
}
}
}
Single Rate Three Color Meter
Traffic metering jenis srTCM memiliki tiga warna untuk membedakan setiap aliran paket data,
hijau (green), kuning (yellow) dan merah (red). Bucket Te menerima limpahan dari Tc saat trafik
data lebih kecil dari cir (commited information rate) dan meter menunjuk warna hijau (green), saat
trafik data melebihi nilai cir maka token yang berada dalam Tc habis, kemudian untuk melewatkan
paket data dipergunakan token dari bucket Te dan meter menunjuk warna kuning. Jika token dalam
bucket Tc dan Te habis maka tidak ada trafik data keluar sehingga meter menunjuk warna merah.
#include “fields.tc”
21 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
#include “meters.tc”
$meter = srTCM(cir 64kbps, cbs 50kB, ebs 40kB);
dev eth0{
egress{
class()
if tcp_sport == 22 && srTCM_green($meter);
class()
if tcp_sport == 22 && srTCM_yellow($meter);
htb() {
class(rate 2Mbps, ceil 2Mbps) {
$setting = class(rate 64kbps, ceil 64kbps) {sfq;};
$bawah = class(rate 32kbps, ceil 32kbps) {sfq;};
}
}
}
}
Double Rate Three Color Meter
#include “fields.tc”
#include “meters.tc”
$meter = trTCM(cir 64kbps, cbs 50kB, pir 128kbps, pbs 70kB);
22 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
dev eth0{
egress{
class()
if tcp_sport == 22 && __trTCM_green($meter);
class()
if tcp_sport == 22 && __trTCM_yellow($meter);
htb() {
class(rate 128kbps, ceil 128kbps) {
$sedang = class(rate 64kbps, ceil 64kbps) {sfq;};
$setting = class(rate 32kbps, ceil 32kbps) {sfq;};
}
}
}
}
23 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Implementasi QoS
Small Office Home Office
Small Office Home Office atau lebih dikenal sebagai SOHO, pada jaringan ini rata – rata komputer
klien 50 buah tetapi memiliki load bandwidth yang tinggi akibat adanya transaksi bisnis melalui
jaringan internet. Transaksi bisnis biasanya memakai http (web browser), transaksi email smtp dan
pop3, sehingga pengendalian bandwidth kita fokuskan pada tiga tersebut. Sebelum kita melakukan
setting pada gateway, sebaiknya terlebih dahulu dibuat tabel fasilitas dan alokasi bandwidth.
Tabel fasilitas dan alokasi bandwidth
Fasilitas Maks user Alokasi Status Bandwidth (kbps) Total (kbps)
HTTP 30 25% 512 128
SMTP 50 75% 64 48
POP3 50 15% 512 76,8
FTP 20 10% 512 51,2
Other 10 15% 512 76,8
Squid 50 64% 10000 6400
24
gateway
eth0 eth1
LAN ISP
Komputer gateway
Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Tabel QoS
Fasilitas eth1 (kbps) eth0 (kbps)
Nama Port egress ingress egress ingress
Qdisc Parameter
SMTP 25 128 128 48 48 sfq
POP3 110 76,8 76,8 – 76,8 sfq
FTP 21 51,2 51,2 – 51,2 bfifo
HTTP 80 128 128 16 128 tbf
Squid 8080 128 128 – – tbf
Other 76,8 76,8 76,8 76,8 pfifo
Konfigurasi QoS
Perangkat eth0
Egress
tc qdisc add dev eth0 root handle 1:0 htb
tc class add dev eth0 parent 1:0 classid 1:1 htb rate 64kbit ceil 64kbit
tc class add dev eth0 parent 1:1 classid 1:2 htb rate 48kbit ceil 64kbit
tc class add dev eth0 parent 1:1 classid 1:4 htb rate 16kbit ceil 64kbit
tc qdisc add dev eth0 parent 1:2 handle 10: sfq
tc qdisc add dev eth0 parent 1:4 handle 40: tbf rate 16kbit burst 20kbit latency 70ms
tc filter add dev eth0 parent 1:0 protocol ip u32 match ip sport 25 0xfff flowid 1:2
tc filter add dev eth0 parent 1:0 protocol ip u32 match ip sport 80 0xfff flowid 1:4
25 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Ingress
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –sport 25 -j MARK –set-mark 1
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –sport 110 -j MARK –set-mark 2
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –sport 21 -j MARK –set-mark 3
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –sport 80 -j MARK –set-mark 4
tc qdisc add dev eth0 ingress handle ffff:
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 handle 1 fw police rate 48kbit
burst 50k drop flowid 4:1
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 2 handle 2 fw police rate 77kbit
burst 50k drop flowid 4:2
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 3 handle 3 fw police rate 51kbit
burst 50k drop flowid 4:3
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 4 handle 4 fw police rate 128kbit
burst 50k drop flowid 4:4
Perangkat eth1
Egress
tc qdisc add dev eth1 root handle 1:0 htb
tc class add dev eth1 parent 1:0 classid 1:1 htb rate 512kbit ceil 512kbit
tc class add dev eth1 parent 1:1 classid 1:2 htb rate 128kbit ceil 512kbit
tc class add dev eth1 parent 1:1 classid 1:3 htb rate 76kbit ceil 512kbit
tc class add dev eth1 parent 1:1 classid 1:4 htb rate 128kbit ceil 512kbit
tc class add dev eth1 parent 1:1 classid 1:5 htb rate 128kbit ceil 512kbit
tc class add dev eth1 parent 1:1 classid 1:6 htb rate 51kbit ceil 512kbit
tc qdisc add dev eth1 parent 1:2 handle 10: sfq
tc qdisc add dev eth1 parent 1:3 handle 20: sfq
tc qdisc add dev eth1 parent 1:4 handle 30: tbf rate 128kbit burst 100kb latency 70ms
26 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
tc qdisc add dev eth1 parent 1:5 handle 40: tbf rate 128kbit burst 100kb latency 70ms
tc qdisc add dev eth1 parent 1:6 handle 50: bfifo
tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip u32 match ip sport 25 0xfff flowid 1:2
tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip u32 match ip sport 110 0xfff flowid 1:3
tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip u32 match ip sport 80 0xfff flowid 1:4
tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip u32 match ip sport 8080 0xfff flowid 1:5
tc filter add dev eth1 parent 1:0 protocol ip u32 match ip sport 21 0xfff flowid 1:6
Ingress
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –dport 25 -j MARK –set-mark 1
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –dport 110 -j MARK –set-mark 2
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –dport 80 -j MARK –set-mark 3
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –dport 21 -j MARK –set-mark 4
iptables -t mangle -A PREROUTING -i eth0 -p tcp –dport 8080 -j MARK –set-mark 5
tc qdisc add dev eth0 handle ffff: ingress
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 handle 1 fw police rate 128kbit
burst 100kb drop flowid 4:1
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 handle 2 fw police rate 76kbit
burst 90kb drop flowid 4:2
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 handle 3 fw police rate 128kbit
burst 78kb drop flowid 4:3
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 handle 4 fw police rate 51kbit
burst 65kb drop flowid 4:4
tc filter add dev eth0 parent ffff: protocol ip prio 1 handle 5 fw police rate 128kbit
burst 100kb drop flowid 4:5
27 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
RINCIAN BIAYA KURSUS LINUX IN HOUSE TRAINING
Kursus Durasi Biaya / peserta
Linux professional full package 30 jam Rp2.890.000
Linux professional desktop 12 jam Rp700.000
Linux system administrator 18 jam Rp900.000
Linux networking & security 30 jam Rp1.180.000
Manajemen bandwidth intranet
(QoS)
12 jam
Rp700.000
Kursus on request – Rp0
Linux Enterprise Mail Server 8 jam Rp650.000
Linux Samba PDC & Antivirus
Solution
8 jam Rp650.000
Linux Antivirus Gateway (NEW) 8 jam Rp650.000
High Availability Linux Cluster
(NEW)
8 jam –
PAKET WORKSHOP LINUX ANTIVIRUS SOLUTION
Kursus Durasi Biaya /
peserta
Keterangan
Linux Enterprise Mail Server 8 jam Rp650.000
Integrasi mail server smtp dan
pop3 dengan antivirus clamav.
Scan email incoming dan
outgoing, mencegah
penyebaran virus dengan
double scanning.
Linux Samba PDC & Antivirus
Solution
8 jam Rp650.000
Integrasi samba PDC dengan
antivirus clamav. File maupun
direktori yang akan di baca /
tulis di scan terlebih dahulu.
Mencegah penyebaran virus
dan worm melalui file sharing.
Linux Antivirus Gateway (NEW) 8 jam Rp650.000
Integrasi squid proxy server
dengan antivirus clamav, situs
web yang dibuka oleh user
terlebih dahulu discan oleh
antivirus clamav. Mencegah
penyebaran virus melalui
html, javascript, active-x, gif
animation dan worm jpeg.
Catatan:
Pelatihan paket workshop khusus untuk system administrator yang sudah
biasa menjalankan perintah dasar dan jaringan linux. Paket workshop antivirus
solution di tujukan untuk mencegah penyebaran virus melalui media internet
dan intranet terutama file sharing.
28 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
Silabus kursus linux in house training
Linux professional desktop
– sekilas linux
– pengenalan linux mandrake 10.0 desktop
– User dan password
– Konfigurasi desktop
– Konfigurasi perangkat keras (hardware)
– Filesystem
– Aplikasi perkantoran
– Openoffice
– Multimedia
– ODBC connection
– Report database & mail merge
– Windows dan DOS emulator
– Aplikasi konverter database
– Koneksi internet web browser & email
– Aplikasi grafis GIMP, Xfig & DIA
– Lyx latex editor
– Rendering 3D kpovray modeller
– Linux development tools
Linux system administrator
– Pengenalan administrasi OS linux
– Standar hirarki filesystem linux
– Informasi proses
– Kompilasi kernel linux
– Shell bash programming
– Administrasi user dan group
– Quota user dan group
– Monitoring sistem operasi
– Instalasi linux dan paket rpm
– Remote maintenance
– Direktori dan file
– Manajemen filesystem
– Penggunaan editor Vi
– Run Level
– Linux Loader (LILO)
– Backup
– Manajemen proses
– System log linux
– Konsep TCP / IP
– Perintah dasar linux
Linux networking & security
– LAN dan internet
– Resolusi alamat
– Service daemon dan super server xinetd
– Samba file server
– Samba domain controller
– Squid proxy server
– Apache web server
– Firewall & NAT
– Koneksi internet + gateway
– Sendmail mail server
– POP3, IMAP & webmail
– PostgresSQL
– DNS bind
– DHCP
– FTP server
– Network Filesystem (NFS)
– OpenLDAP
– Keamanan jaringan
– Port scanner
– Web scanner
– Packet capture
Manajemen bandwidth intranet (QoS)
– Pengenalan QoS
– Pengendalian trafik jaringan
– Teknik antrian
– FIFO & SFQ
– Random Early Detection (RED)
– General RED
– DSMARK
– Token Bucket Filter (TBF)
– Filtering
– Klasifikasi paket
– Class Based Queue (CBQ)
– Hierarchy Token Bucket (HTB)
– TCNG / Trafic Control Compiler
programming
– Implementasi manajemen bandwidth
29 Budi Santosa,ST
MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET DAN INTRANET
linux.multimedia@gmail.com
LINUX ENTERPRISE MAIL SERVER (MODUL WORKSHOP)
Integrated E-mail Server With Antivirus Clamav
– Postfix SMTP Server
– IMAP4 dan POP3
– Webmail client
– Spamassassin
– Antivirus Clamav
– SMTP antivirus scanner
– POP3 antivirus scanner
– Pengujian integrasi antivirus
– Email statistik dan monitoring
LINUX SAMBA PDC & ANTIVIRUS SOLUTION (MODUL WORKSHOP)
– Samba File Server
– Samba Primary Domain Controller
– Manajemen user samba
– Windows Internet Name Server
– WINS Proxy
– Windows Logon dan konfigurasi MS
Windows 9x/XP
– Antivirus clamav 0.86
– Integrasi samba dengan antivirus clamav
– Pengujian integrasi antivirus samba pdc
LINUX ANTIVIRUS GATEWAY (MODUL WORKSHOP)
– Koneksi internet
– Firewall IPTables dan NAT
– Squid proxy server
– Clamav antivirus 0.86
– Dansguardian antivirus (http av scanner)
– Konfigurasi dansguardian
– Pengujian http antivirus scanner
– NTOP bandwidth monitoring
HIGH AVAILABILITY LINUX CLUSTER (MODUL WORKSHOP)
– Linux PC Cluster
– Konfigurasi IP Address
– Pengkabelan server cluster
– Pengujian koneksi TCP/IP
– Instalasi dan konfigurasi heartbeat
– IP Take Over
– Service/Server Take Over
– Resource release (IP Failback)
– Implementasi HA Linux Cluster untuk server
internet
Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Budi Santosa (0852 1616 2008 / 0251 – 617 854 )
Yahoo Mesenger : budi_santosa24
ICQ : 229 529 810
Email : linux.multimedia@gmail.com
30 Budi Santosa,ST

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • Order Xtrasize: Hi there, all is going well here and ofcourse every one is sharing facts, that's in fact fine, keep up writing.
  • chatroulette: I am curious to find out what blog system you're using? I'm experiencing some small security issues with my latest site and I would like to find s
  • 3:00 AM: Hello! Do you know if they make any plugins to protect against hackers? I'm kinda paranoid about losing everything I've worked hard on. Any suggest

Categories

%d bloggers like this: